Cara Menggerutu yang Positif

Terkirim Mei 17, 2011 oleh sinauseni
Kategori: Pembelajaran

Shutterstock

Boleh saja mengeluh, namun lihat kondisi, tahan emosi dan cari waktu yang tepat.

KOMPAS.com — Jika masalah terasa begitu berat dan emosi memuncak, tak ada salahnya menggerutu, namun lakukan dengan cara yang manis. Kebiasaan mengeluh ternyata bisa mendatangkan hal positif bagi diri sendiri. Robin Kowalski, PhD, psikolog dari Clemson University, menyarankan beberapa langkah yang tepat agar emosi terjaga dan Anda terbebas dari masalah yang mengganggu pikiran.

* Atur siasat yang tepat
Ceritakan masalah yang Anda hadapi kepada orang yang benar-benar tertarik mendengarkan. Pastikan Anda bercerita tidak kepada orang yang itu-itu saja. Sebab, bisa saja dia berpikir Anda tukang menggerutu.

* Sampaikan dengan jelas apa yang menjadi kekesalan Anda
Boleh saja menyampaikan kekesalan Anda kepada orang lain, namun pastikan isi pesannya jelas, bukan sekadar marah-marah tanpa sebab. Namun, jika kita bermaksud ingin mengubah keadaan, cobalah untuk melakukan sesuatu ketimbang hanya berkeluh-kesah.

* Gunakan kalimat positif
Gunakan fakta dan sampaikan secara diplomatis. Alih-alih berkata, “Ibuku selalu sulit diajak kompromi”, lebih baik menggantinya dengan kata-kata, “Ibuku kurang fleksibel”. Penggunaan kalimat positif membuat keluhan Anda lebih berdampak baik bagi diri sendiri dan orang lain.

* Pilih waktu yang tepat
Penyampaian keluhan pada waktu yang tidak tepat akan membuat kita dianggap sebagai pengganggu. Anda boleh saja mengeluh, namun juga tetap perlu menahan diri, mencari waktu yang tepat untuk menyampaikan keluh kesah

wawa | Sabtu, 7 Mei 2011 | 13:06 WIB

http://female.kompas.com/read/2011/05/07/1306442/Cara.Menggerutu.yang.Positif.

Si jago makan

Terkirim Mei 11, 2011 oleh sinauseni
Kategori: activity

Benu bulu mungkin bukan nama yang asing bagi sebagian pemirsa Trans tv . Pembawa acara ber badan sehat ini tergolek lemas ketika acara wisata kuliner di Cirebon. Maklum matahari dari pagi menyengat kulitnya apalagi saat itu bulan puasa. Beberapa rekan sinau yang menemaninya tak kuat menahan haus. Saya hampir saja batal tapi Benu bilang..”mumpung masih hidup mas..jangan sampai batal. Barangkali besok mati…”alaaa maaak..dengan tubuh lemas aku pun turut terkapar di sampingnya.. Menjelang sore syuting di lanjutkan lagi. Kami pun berbuka puasa bersama di salah satu penjual nasi jambang. Beberapa jenis lauk khas Cirebon pun dia santap hingga perutnya buncit lagi..waduh…jaga kolesterol nuuuu…
+nico+

Mata Hati

Terkirim Mei 10, 2011 oleh sinauseni
Kategori: Pembelajaran

 

“Seandainya kamu hanya melihat apa yang ditampakkan oleh cahaya dan hanya mendengar apa yang dibunyikan oleh suara, maka sebenarnya kamu tidak melihat dan mendengar apapun”.

Khalil Gibran

Suatu ketika Isaac Newton sedang membaca buku sambil duduk di bawah pohon apel. Tiba-tiba tanpa diduga, sebuah apel jatuh dari pohon dan mengenai kepalanya. Ia pun bertanya pada diri sendiri, “Mengapa buah apel ini jatuh kebawah, tidak jatuh ke atas atau ke samping?”

Kabarnya, kisah yang dianggap legenda inilah yang mengilhami Isaac Newton, seorang ilmuwan terkemuka Inggris, menemukan hukum gravitasi. Teori gravitasinya seringkali dikaitkan dengan “the falling apple” tersebut.

Perbuatan Newton: “mempertanyakan mengapa apel jatuh ke arah bawah” inilah sesuatu yang selalu diabaikan kebanyakan orang: mengkaji sesuatu yang tampak ‘biasa saja’. Ketertarikan pada fenomena alam yang ‘biasa saja’ inilah yang menjadikan Newton yang awalnya hanya sebuah nama bagi dirinya, menjadi Newton sebagai julukan hukum gravitasi temuannya.

Begitulah, ketertarikan mendalam terhadap peristiwa alam merupakan pintu gerbang menuju perkembangan ilmu pengetahuan. Para ilmuwan terkemuka perintis ilmu pengetahuan dari Timur Tengah maupun Barat adalah mereka yang memiliki ketertarikan terhadap gejala alam di sekitar mereka. Lebih dari itu, kegiatan ilmiah mereka ternyata didorong oleh sesuatu yang jauh di atas tujuan duniawi dan kesenangan sesaat semata. Para ilmuwan ini beriman kepada Tuhan dan mengabdi kepada ilmu pengetahuan dengan niat menyingkap rahasia alam ciptaan-Nya. Newton berkata, “Kita mengenal-Nya hanya melalui perancangan-Nya yang paling bijak dan luar biasa atas segala sesuatu… [Kita] memuji dan mengagungkan-Nya sebagai hamba-Nya…” (Sir Isaac Newton, Mathematical Principles of Natural Philosophy, Great Books of the Western World 34, William Benton, Chicago, 1952:273-74)

Demikianlah, manusia hendaknya menyaksikan peristiwa alam di hadapannya tidak dengan kaca mata “biasa saja”. Sebab Allah menciptakan segala sesuatu di alam dengan perancangan sempurna dan perhitungan cermat. Bukti keagungan Pencipta hanya dapat dipahami oleh mereka yang terbiasa memikirkan secara mendalam atas segala yang mereka saksikan.

(Disadur dari Insight magazine Edisi 3/Thn.1/Juni 2003.)

AM.A

Cinta yang Membuat Tangisan Bahagia

Terkirim Mei 1, 2011 oleh sinauseni
Kategori: Uncategorized


Getty Images/Hugo Burnand/Clarence House-WPA Pool
Pangeran William kini bergelar Duke of Cambridge. Catherine bergelar Duchess of Cambridge. Di Clarence House, London, kediaman resmi Pangeran Charles, Jumat (29/4), sejoli ini berpose bersama anak-anak yang mengiringi acara pernikahan mereka.
Oleh Simon Saragih
Selamat sekali lagi bagi William Arthur Philip Louis dan Chatherine Middleton. Pesta kalian yang agung, religius, dan terjadi karena cinta yang dipersatukan telah usai dengan sukses. Semoga bahtera rumah tangga kalian jalankan sesuai sumpah altar, saling mencintai satu sama lain hingga ajal memisahkan.
Jadilah kalian sepasang suami istri, yang akan menjadi teladan bagi orang lain.
Demikianlah kira-kira diterjemahkan, atau dimaknai, pesta perkawinan William-Kate di benak banyak orang di dunia ini. Maklum, pernikahan mereka hari Jumat (29/4) lalu menyiratkan banyak hal.
Ya tentang cinta sejoli, tentang takdir atau perintah Tuhan bahwa manusia itu sebaiknya hidup berpasang-pasangan dan langgeng.
Ada rasa haru hingga menangis. Jane Lampe di Sydney, Australia, meneteskan air mata haru melihat William-Kate melangsungkan pernikahan, yang juga menggetarkan seantero Australia di sore hari hingga malam.
Maklumlah, pernikahan mereka melambangkan hasil sukses pergolakan batin, tangisan jiwa, yang tak pelak lagi telah menimpa William bersama adiknya, Harry.
Sebelum almarhum Putri Diana meninggal tahun 1997, William dan Harry sudah tidak sering bersama ibu mereka lagi. Sepenggal belahan jiwa mereka telah hilang. Mereka telah menjadi korban sumpah pernikahan palsu Pangeran Charles, yang di gereja tahun 1981 menyatakan ”I will” dengan Diana. Namun, di batin Charles tertancap dalam wajah Camilla Parker Bowles.
William dan Harry, korban kemunafikan cinta Charles, disiplin kaku Kerajaan Inggris, yang menuntut anggota keluarga kerajaan untuk selalu tampil anggun walau di dalam hati remuk.
Hidup terpisah, antara dua anak ini dan ibu mereka, sungguh tidak mudah. Cinta dan hati mereka selalu tertuju kepada sang ibu yang hanya bisa sesekali menjumpai mereka. Sebuah video terkenal memperlihatkan betapa pada suatu kesempatan Putri Diana berlari di sebuah kapal pesiar hanya untuk bisa memeluk dua putranya yang masih di bawah 10 tahun.
Sejak 1997, mereka tak lagi bisa melihat ibu mereka. Kecelakaan mobil misterius di Paris, yang masih menghantui Mohamed Al Fayed, telah merenggut nyawa Putri Diana dan Dodi Fayed, putra tunggal Al Fayed.
Diana yang sudah tiada tetap tak mampu membuat William dan Harry memupuskan memori mereka soal ibu. Kenangan itu begitu melekat, terlalu kuat. Mereka berontak, tetapi sudah tidak bisa berbuat apa pun untuk mengembalikan ibu mereka.
Namun, aksi mereka selalu memperlihatkan bahwa sang ibu tetap ada, sementara bapaknya, Pangeran Charles, sudah nyaman dalam pelukan Camilla. Pada Juli 2007, mereka berdua mengadakan konser khusus hanya untuk mengenang Diana.
Kerajaan Inggris mencoba membantu dua ningrat Inggris ini dengan pendampingan pakar konseling. Ini menolong, tetapi tak menghapuskan bekas Diana sedikit pun di hati mereka. Pilu dan senang bercampur aduk. Harry saat itu menyatakan, bayang-bayang ibunya terus mendera.
Gemerlap, tetapi kesepian
Demikianlah dua putra Diana, hidup kesepian di tengah kemewahan dan gemerlapnya harta duniawi. Mereka juga manusia yang butuh pelukan hangat sejati dari sang ibu.
Ini tetap seperti jadi sebuah impian bagi William dan Harry. Sering tak terkendalikan sehingga kegelisahan mereka pernah diterjemahkan ke dalam alkohol. Saat beranjak remaja dan mendekati dewasa, masuklah Kate ke dalam kehidupan William.
Kate sejak awal memang sudah mencintai William, dan baginya hanya ada William sebagai suami yang didambakan. Hubungan berlangsung mulus, kadang tak mulus, dan sempat pisah pada 2004.
”Iya, maklumlah saat itu kami masih muda, dan setelah semakin dewasa kami menganggap perpisahan itu hanya karena pemikiran manusia berusia muda saja,” kata William kepada televisi Sky News, 16 November lalu.
Apa penyebab perpisahan mereka, tak pernah jelas. Pasangan ini memang pintar menjaga rahasia. Namun, jauh lebih penting, hubungan William-Kate tidak semata-mata tergantung perilaku sejoli ini saja.
Di sisi William, ada beban batin. Kisah tragis ibunya turut menghantui. Bagaimana menjadi orang dengan rumah tangga yang langgeng dan tidak retak. Bagaimana memiliki figur istri yang mendekati ibunya dan harmonis.
Ini tidak mudah. Cinta dan rumah tangga mereka bukan cinta dan rumah tangga biasa. Mereka adalah calon raja dan ratu. Mereka akan hidup di lingkungan yang sarat protokoler, yang telah pernah mengganggu privacy Diana.
Di samping unsur pribadi masing-masing, faktor lingkungan, bayang-bayang kegagalan ibunya, memengaruhi William lebih banyak ketimbang Kate.
Untung Michael dan Carole Middleton, bapak dan ibu Kate, memberi peran kuat bagi William.
Biarkan cinta membara
Charles juga demikian kepada Kate, kini menantunya.
Cinta keduanya tak hanya bertaut karena asmara berahi semata. Kasih mereka bertaut karena dua sisi keluarga. ”Saya menemukan cinta di keluarga Kate,” kata William.
”Kate sendiri memberikan sentuhan romantisme untuk sisi saya,” kata William menimpali saat Kate mengatakan bahwa William menanamkan sisi romantisme dalam hidupnya.
Yakin dengan semua itu, dilakukanlah pengumuman pada 16 November lalu bahwa mereka akan menikah pada 29 April.
Kerinduan akan Diana terasa melekat dan ingin ditancapkan William, didukung pula oleh Kate. ”Saya memberinya cincin milik Mama saya karena ingin dia terasa ada,” kata William.
Dalam pesta perkawinan itu, juga dimainkan musik kesukaan Diana atas usulan William. Kehadiran Elton John, pemusik dan penyanyi besar, teman dekat Diana, menegaskan hal itu.
Pesta pernikahannya pun, oleh William, diupayakan sederhana. Akan tetapi, tidak demikian adanya. Namun, William hanya bisa berkata kepada mertuanya, ”Seharusnya kita berpesta biasa saja.”
Rasa bahagia, pamor ningrat Inggris, dan penjelmaan Diana yang terasa hidup telah membuat perkawinan ini amat bermakna. Berbagai media tak melepaskan kaitan antara pernikahan ini dan memori soal Diana.
”Keintiman mereka (William-Kate) amat kontras dengan hubungan kimiawi yang tak berdasar antara Diana dan Charles,” demikian ditulis oleh kantor berita Associated Press.
Perpisahan Diana-Charles pernah menjadi berita utama di berbagai media Inggris. Bahkan, hingga mengubah persepsi warga Inggris dari suka menjadi benci monarki.
Pernikahan William-Kate menghidupkan banyak hal tentang perlunya cinta sejati, tentang kenangan akan Diana, yang menjadi korban cinta palsu.
Inilah yang membuat sejuta orang rela berserakan di London hanya untuk menyaksikan dua sejoli melakukan pernikahan resmi. Pernikahan mereka juga menjelma menjadi hiburan, perayaan, euforia, dan kebahagiaan. Maka, biarlah cinta mereka membara.

http://cetak.kompas.com/read/2011/05/01/0509384/cinta.yang.membuat.tangisan.bahagia

Awas kamu Deta…….!

Terkirim April 30, 2011 oleh sinauseni
Kategori: activity

“Hallo…nama saya Andra dari Trans 7..” lho kok Andra masih memperkenalkan diri bukannya kita sudah lama saling kenal pikir saya.”…hay Ndra ni gue..nomor hape mu ganti ya”…kami pun saling ber sms ria”.. Hari Sabtu aku ke Sinau mas pengen ketemu” . Pada hari yang di janjikan kami pun bertemu. Ketika mobil trans 7 datang beberapa orang turun .”Lho kok Andra gak ikut…”pikirku…”Kenalkan mas nama saya Andra…” oalaaaah ternyata orangnya beda. Pantesan smsnya agak ga nyambung. Setelah sama-sama membuang malu kami pun berdiskusi untuk acara besok yang rencananya ingin berkeliling sepeda. Pada hari Senin kami pun bertemu. Ada sedikit rasa jengah melihat presenter jam malam yang bernama Deta. Semua turun dari mobil dan bercengkrama sementara sang artis masih di mobil memainkan BBnya…Huh dasar artis..belum apa-apa sudah sombong. Andra pun memanggil sang artis”..Det ini kenalin teman teman Cirebon”kami pun saling berkenalan. Dari Sinau Art di Jalan Siliwangi kami pun berkeliling lalu singgah di penjual docang, salah satu makanan khas Cirebon yang konon menjadi makan favorit para wali.
Deta pun mulai bertanya-tanya tentang docang. Saya menjawab sesuai dengan keterangan si empunya warung dari mana asal makanan yang menurut saya aneh itu. Kami pun terlibat dialog di depan sorot kamera. Ternyata Deta tidak seangkuh yang saya bayangkan bahkan dia mau mengonthel sepeda tua tanpa rasa malu dengan keringat yang membasahi wajah cantiknya. Lalu kami singgah di warung nasi lengko di Pagongan..walaupun perut sudah mau meledak akibat docang tadi, karena tuntutan cerita maka kami pun harus menyantap nasi lengko sepiring penuh berikut sate kambingnya..ampuun dijey..apalagi pulang harus ngonthel pula. Akhirnya setelah berfoto gaya narsis bareng artis kami pun berkumpul lagi di Sinau Art. Deta pun banyak cerita dan terlihat sangat akrab denan teman teman Sinau tanpa kesombongan sedikitpun. Makasih ya Det….maaf karna prasangka buruk tadinya sepedamu mau di kempesin hehehe….

Broer


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.